Langsung ke konten utama

Trip to Banda Aceh dan Sabang

Lebaran tahun 2017 lalu kami memutuskan untuk berkumpul di Sabang berhubung adik saya juga baru lahiran jadi sekalian silaturahmi dan bonus jalan-jalan di Sabang. 
Pesawat tiba di Banda Aceh siang hari dan kami pun di jemput Oma Opa nya Qhisya, karena kapal penyebrangan ke Sabang hanya ada pagi kita pun bermalam di Banda Aceh.
Banda Aceh sendiri bukanlah kota asing bagi saya, saya sering diajak ke sini semasa kecil dan saya pun kelahiran Aceh tapi bukan orang Aceh. Yang saya rindukan adalah kulinernya mie aceh dan martabak telor. Tak ada yang seenak disini. Padahal kondisi saya saat ini hamil muda dan mabok, tapi disini makanan masuk semua malah nambah. 

Oke, kita percepat saja ya, singkat cerita selesai subuh kita sudah bergegas ke pelabuhan karena ini bertepatan dengan libur lebaran sudah bisa dipastikan akan ramai sekali. 
Daaaaaan, sampai di pelabuhan memang sudah ramai yang antri, sampai gencet-gencetan, rata-rata yang ingin menyebrang adalah pelancong. Harga tiket dewasa Rp 80.000 dan anak-anak Rp 50.000. 


Trip pertama Tugu Nol Kilometer, jalan menuju kesini bikin mabok, tikungan berliku yang tajam dan mendaki namun terbayar dengan pemandangan yang masyaallah, pemandangan di ujung Indonesia.
Disini juga banyak penjual camilan yang khas rujak aceh, rujak yang dipotong kecil-keli atau ada juga yang diserut, segeeeer. Juga penjual souvenir khas Tugu Nol Kilometer.



Tidak jauh dari sini kita melanjutkan perjalanan ke Pulau Rubiah. Sejarah kenapa disebut Pulau Rubiah bisa di cari sendiri ya, atau langsung ke TKP disana juga ada guide yang akan menceritakan. Untuk ke pulau ini kita nyebrang lagi naik speedboat sebelumnya kalo mau snorkeling atau diving kita sewa dulu segala peralatannya baru nyebrang. Untuk tarif saya lupa, maaf yaaa.
Yang kesini  ga bakalan nyesal, alam yang luar biasa, kulinernya maknyus, ikan bakar dengan ikan segar dan bumbu yang pas lengkap dengan es kelapa muda. Pengen foto-foto dibawah laut?? tapi ga punya kameranya?? tenang, sewa peralatan snorkeling atau diving sudah include guide dan dokumentasinya, kita cuma nyiapin memori card aja. Si babang guide bakal ngarahin gaya di bawah laut. Untuk diving lebih seru lagi, ada spot foto yang instagramable banget seperti kerangka mobil, motor, taman, de el el.






Hmmm...udahan dulu ya, selanjutnya kita melanjutkan perjalanan ke Meulaboh, tapi ntar aja ceritanya.

Pantai Nagan Permai, Meulaboh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan : tidak hanya urusan kasur, sumur dan dapur

“ Kamu sekalian adalah pemimpin  dan akan dimintai pertanggung jawabannya mengenai orang yang dipimpinnya”. (H.R. Bukhari Muslim) Sekecil-kecilnya kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, kita bertanggungjawab atas diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa sukses memimpin orang lain jika kita sendiri tidak bisa memimpin diri kita sendiri.  Bagaimana?? Harus punya tujuan hidup, buat life mapping kita mau ngapain, apa target kita, tujuan kita harus berimbang dunia dan akhirat. Lakukanlah hal yang prioritas dalam hidup dan yang terpenting jangan coba-coba ingin menjadi seperti orang lain, maksimalkan potensi diri sendiri..gali!!. Yang tak kalah penting, disiplin dan mampu memanage diri sendiri.  Prinsip muslimah setelah menikah bukan hanya soal kasur, sumur dan dapur. Namun harus tetap aktif dalam peran sosial, bukan islam untuk diri sendiri tetapi mengajak saudaranya sebanyak-banyak kepada kebaikan dan bermanfaat bagi ummat. Jadi perempuan sebagai...

Sekolah Online Bengkel Diri

Mendengar kata bengkel, pertama kali yang terlintas difikiran kita apa ??  Tentu bengkel adalah sebuah tempat untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, itu pada umumnya. Namun tidak menutup kemungkinan bengkel juga sebagai tempat reparasi untuk memperindah/ memoles sesuatu yang baik agar menjadi lebih baik lagi. Demikian juga halnya dengan Sekolah Online Bengkel Diri ini, dengan motto lahirnya bengkel diri ini yaitu "Terinspirasi untuk Mengsinpirasi". Alhamdulillah saya dipertemukan dengan bengkel diri ini melalui akun instagram @ummubalqis.blog  yang ternyata sekaligus sebagai Kepala Sekolahnya. Guru atau narasumbernya masyaallah, mereka orang-orang yang hebat dibidangnya masing-masing, dan catatan ya materi di bengkel diri ini berimbang antara urusan keduniaan dan akhirat.  Misal untuk keduniaan kita belajar manajemen, sekolah ibu dan ga melulu soal akidah yang urusan akhirat saja. Sejatinya kehidupan dunia akhirat saling terikat, karena hidup kita untu...