Lebaran tahun 2017 lalu kami memutuskan untuk berkumpul di Sabang berhubung adik saya juga baru lahiran jadi sekalian silaturahmi dan bonus jalan-jalan di Sabang. Pesawat tiba di Banda Aceh siang hari dan kami pun di jemput Oma Opa nya Qhisya, karena kapal penyebrangan ke Sabang hanya ada pagi kita pun bermalam di Banda Aceh. Banda Aceh sendiri bukanlah kota asing bagi saya, saya sering diajak ke sini semasa kecil dan saya pun kelahiran Aceh tapi bukan orang Aceh. Yang saya rindukan adalah kulinernya mie aceh dan martabak telor. Tak ada yang seenak disini. Padahal kondisi saya saat ini hamil muda dan mabok, tapi disini makanan masuk semua malah nambah. Oke, kita percepat saja ya, singkat cerita selesai subuh kita sudah bergegas ke pelabuhan karena ini bertepatan dengan libur lebaran sudah bisa dipastikan akan ramai sekali. Daaaaaan, sampai di pelabuhan memang sudah ramai yang antri, sampai gencet-gencetan, rata-rata yang ingin menyebrang adalah pelancong. Ha...
“ Kamu sekalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya mengenai orang yang dipimpinnya”. (H.R. Bukhari Muslim) Sekecil-kecilnya kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, kita bertanggungjawab atas diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa sukses memimpin orang lain jika kita sendiri tidak bisa memimpin diri kita sendiri. Bagaimana?? Harus punya tujuan hidup, buat life mapping kita mau ngapain, apa target kita, tujuan kita harus berimbang dunia dan akhirat. Lakukanlah hal yang prioritas dalam hidup dan yang terpenting jangan coba-coba ingin menjadi seperti orang lain, maksimalkan potensi diri sendiri..gali!!. Yang tak kalah penting, disiplin dan mampu memanage diri sendiri. Prinsip muslimah setelah menikah bukan hanya soal kasur, sumur dan dapur. Namun harus tetap aktif dalam peran sosial, bukan islam untuk diri sendiri tetapi mengajak saudaranya sebanyak-banyak kepada kebaikan dan bermanfaat bagi ummat. Jadi perempuan sebagai...