Lebaran tahun 2017 lalu kami memutuskan untuk berkumpul di Sabang berhubung adik saya juga baru lahiran jadi sekalian silaturahmi dan bonus jalan-jalan di Sabang. Pesawat tiba di Banda Aceh siang hari dan kami pun di jemput Oma Opa nya Qhisya, karena kapal penyebrangan ke Sabang hanya ada pagi kita pun bermalam di Banda Aceh. Banda Aceh sendiri bukanlah kota asing bagi saya, saya sering diajak ke sini semasa kecil dan saya pun kelahiran Aceh tapi bukan orang Aceh. Yang saya rindukan adalah kulinernya mie aceh dan martabak telor. Tak ada yang seenak disini. Padahal kondisi saya saat ini hamil muda dan mabok, tapi disini makanan masuk semua malah nambah. Oke, kita percepat saja ya, singkat cerita selesai subuh kita sudah bergegas ke pelabuhan karena ini bertepatan dengan libur lebaran sudah bisa dipastikan akan ramai sekali. Daaaaaan, sampai di pelabuhan memang sudah ramai yang antri, sampai gencet-gencetan, rata-rata yang ingin menyebrang adalah pelancong. Ha...